Menggapai Little Win


perm_contact_calendar 2017-09-09 03:56:44

 

           Semenjak adanya aktivitas penambangan batubara dengan sistem open pit di Provinsi Kalimantan Timur, kita jadi sering kali mendengar tentang dampak negatif dari aktivitas penambangan khususnya penambangan batubara. Data menunjukkan, hingga (28 Agustus 2017) saja, void atau lubang bekas tambang di Provinsi Kalimantan Timur setidaknya telah menelan 28 korban jiwa yang mayoritas korbannya masih usia anak-anak dan remaja. Belum lagi ditambah dengan masalah debu dan polusi udara yang berakibat pada penyakit ISPA bagi masyarakat disekitar lahan penambangan, masalah banjir, masalah lahan yang gersang dan miskin hara, vegetasi dan fauna yang hilang, lubang bekas tambang mengaga yang beracun dan tidak ada hidupan airnya, hingga masalah masyarakat disekitar lokasi penambangan yang kebanyakan belum juga sejahtera.

        Memang seharusnya aktivitas penambangan batubara dengan sistem open pit ini tidak menyisahkan lubang galian setelah proyek berakhir, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa ini sulit untuk dipenuhi karena berarti harus menggali lagi tanah dan batuan ditempat lain untuk menutup lubang besar dan sangat dalam yang tersisa. Apalagi lubang bekas tambang ini sering juga diminta oleh masyarakat setempat untuk penampungan air untuk berbagai keperluan, seperti untuk pengairan pertanian, kebutuhan rumah tangga dan ada juga digunakan untuk usaha pembudidayaan ikan dalam keramba jaring apung.

           Provinsi Kalimantan Timur saat ini memiliki banyak lubang bekas tambang. Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Timur menengarai ada 632 lubang bekas tambang yang tidak ditimbun kembali. Bila diantara 632 lubang bekas tambang tersebut kita seleksi, kita pilih yang lokasinya paling strategis, kita lakukan bioremediasi, lalu kita kelola dengan baik dan bertanggung jawab, katakanlah 10 % nya saja yang layak dan terpilih, maka minimal akan ada 60 lubang bekas tambang yang sangat mungkin bisa bernilai fungsional dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

                                   

Lubang bekas galian tambang milik PT Kitadin

 

           Salah satu model lubang bekas tambang yang telah terkelola dengan cukup baik berada di lokasi pasca tambang milik PT Kitadin, berada di Desa Bangun Rejo - Kecamatan Tenggarong Seberang - Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejak tahun 2005 lubang bekas tambang tersebut telah berfungsi sebagai lokasi pembudidayaan ikan air tawar metode KJ A (Keramba jaring apung), lahan sekitarnya digunakan untuk bertani bagi masyarakat setempat, airnya digunakan untuk mengairi lahan pertanian masyarakat sekitar melalui saluran irigasi yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, selain itu di tepi void terdapat markas Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Bumi Hijau Lestari yang sejak tahun 2005 telah berpartisipasi serta berkontribusi aktif dalam mengembangkan SDM pertanian di Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara.

         Contoh pengelolaan lubang bekas tambang tersebut memang belumlah ideal, setidaknya dengan model tersebut kita bisa mulai tercerahkan akan potensi hebat dibalik lubang bekas tambang yang menganga tersebut. Jika kita kelola dengan baik, masalah di atas bisa kita tangani bersama. “Ancaman” yang nampak di atas bisa kita ubah menjadi “Peluang” asalkan kita bisa mengelola dengan baik, dikelola dengan tanggung jawab. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun kedepan kita bisa bertemu dengan Little Win.

 

Haris Wafa (EXTAM - Solusi Mikro Lubang Tambang)   

Tambahkan komentar anda